“Sambal Kenango”, Sambal Khas Lombok yang Menggoda Selera

“Kenango” adalah bahasa Sasak dari serangga kecil yang banyak ditemui di tanaman budidaya masyarakat petani di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Terutama padi, serangga yang di daerah lain juga disebut Walang Sangit ini menjadi bahan sambal turun temurun di pulau Lombok.

Sambal Kenango memang jarang ditemui di restoran maupun rumah makan di pulau Lombok. Hanya beberapa warung nasi yang menyajikan Sambal Kenango sebagai menu tambahan. Saya sendiri belum menemukan dimana warung makan yang menyediakan Sambal Kenango di pulau Lombok.

Hanya saja, Kenango atau Walang Sangit ini banyak ditemukan hampir di seluruh pasar tradisional yang ada di pulau Lombok, khususnya di daerah Kabupaten Lombok Timur, seperti di Kecamatan Jerowaru, Keruak, Sakra, Sikur, Selong dan beberapa wilayah kecamatan lainnya masih banyak ditemukan jual-beli kenango ini. Di beberapa tempat di Lombok Tengah, sambal kenango ini juga masih menjadi menu andalan keluarga saat musim penghujan. Karena kenango biasanya muncul saat musim hujan atau musim padi.

Sambal Kenango di masyarakat suku Sasak di pulau Lombok merupakan menu turun temurun yang biasanya dijadikan sambal ataupun tambahan pada masakan sebagai pengharum. Karena memang, serangga kecil berukuran sekira 2 sentimeter ini memiliki aroma yang sangat menyengat.

Tidak hanya dijadikan sebagai sambal goring, masyarakat sasak juga menjadikannya sebagai campuran “beberok” (sambal mentah yang hanya berbahan cabai, terasi, tomat dan beberapa irisan bawang merah) pada setiap sajian makanan keluarga.  Saat dibuat jadi sambal “beberok” inilah aroma “kenango” sangat menyengat dan menggoda selera makan.

“Selera makan saya meningkat kalau ada sambal kenango. Bahkan bisa nambah nasi berulang kali,” kata Papuk Omah yang menjual kenango di pasar Keruak, Lombok Timur.

Tetapi uniknya, kalau “Kenango” ini diolah menjadi sambal goreng dengan campuran garam, petsin, sedikit terasi, cabe rawit, tomat atau jeruk nipis, aroma menyengat Kenango seakan hilang, hanya saat mengunyah saja dengan rasa legitnya yang alami. “Aromanya tetap ada tetapi tidak terlalu menyenyengat kalau sudah dibuat menjadi sambal goreng. Rasanya tetap enak dan membuat selera makan meningkat. Cocok bagi orang yang baru sembuh dari sakit,” jelas Papuk Omah sambil merapikan jejeran kenango yang telah dipisah-pisah seharga Rp 2000.

Jika anda berkunjung ke Lombok Timur, cobalah minta bantuan warga untuk membuatkan sambal kenango. Dan buktikan rasa dengan aromanya yang khas. Saya pastikan selera makan anda akan tergoda. Inget ya, pesen sama yang membuat agar jangan terlalu pedas. Karena umumnya masyarakat di pulau Lombok sangat seneng dengan makanan yang pedes tanpa pemanis.

Leave a Reply

TINGGALKAN KOMENTAR

Komentar Anda
Nama Anda